Pengadilan Agama Waingapu

Apel Senin Pagi, Ketua PA Waingapu Serukan Disiplin dan Sabar

Apel Senin Pagi, Ketua PA Waingapu Serukan Disiplin dan Sabar

20250505 Apel Senin Pagi 01

Sumba Timur ǀ www.pa-waingapu.go.id

Seperti biasa, setiap hari Senin pagi Pengadilan Agama (PA) Waingapu menyelenggarakan apel. Pada apel kali ini, Senin (5/5/2025) Ketua PA Waingapu, H. Fahrurrozi, SHI., MH. menyerukan kepada para pegawai agar meningkatkan kedisiplinan dan kesabaran.

Menjadi ASN itu pilihan dan bukan paksaan. Maka, menurutnya, ketika sudah memilih menjadi ASN, setiap pegawai terikat dengan peraturan perundang-undangan. Salah satunya peraturan tentang kedisiplinan yang wajib ditaati.

“Kalaupun bukan karena kewajiban sebagai ASN, kita mestinya punya rasa malu. Malu kepada masyarakat sekitar kalau melihat kita tidak disiplin. Jangan sampai keluar kata-kata, ‘enak ya jadi ASN jam segini masih bisa santai di rumah, bisa tidur siang di rumah, bisa seenaknya meninggalkan kantor’. Kita harus punya malu. Kita harus jaga nama baik instansi kita,” tegasnya.

Diingatkan bahwa Negara sudah sangat baik memperlakukan ASN. Tiap bulan memberikan gaji, tunjangan, uang makan dan fasilitas lainnya.

“Sebentar lagi di bulan Juni akan ada gaji 13. Kurang nikmat apa kita menjadi ASN. Maka, mari kita tingkatkan kinerja kita, jaga kedisiplinan!” pesannya.

Lebih lanjut, Ketua PA Waingapu berpesan kepada para pegawai yang suami atau istrinya tidak mendampingi di Waingapu agar bersabar dan tetap bekerja dengan baik.

Orang nomor satu di PA yang wilayah hukumnya mencakup seluruh Kabupaten Sumba Timur itu lalu mengutip kaidah fikih yang berbunyi, “Man Ista’jala Syaian Qabla Awanihi ‘Uqiba Bihirmanihi” yang artinya, “Barangsiapa tergesa-tergesa ingin mendapatkan sesuatu sebelum waktunya maka ia dihukum tidak mendapatkan apa yang diinginkan tersebut”.

“Di kitab-kitab fikih sering dicontohkan seorang anak yang berharap mendapatkan warisan dari ayahnya. Karena ayahnya belum meninggal dunia maka ia bunuh ayahnya, dengan harapan akan segera mendapat warisan. Padahal cara itu salah. Justru karena pembunuhan itu ia terhalang mendapat warisan. Maka, kepada pegawai yang berjauhan dengan pasangannya, sabar dulu. Jangan bertindak yang kontraproduktif. Yakinlah akan datang masanya Bapak Ibu dimutasi ke tempat yang dekat dengan suami atau istri,” katanya.

Ketua PA Waingapu berpesan lagi kepada para pegawai, khususnya yang berasal dari luar Nusa Tenggara Timur (NTT), supaya menikmati kehidupan di Waingapu. Karena, jika sudah keluar dari Tanah Sumba, kecil kemungkinan bisa kembali.

“Kalau sudah pindah ke Jawa atau Sumatera, belum tentu akan kembali. Mumpung di sini nikmatilah kehidupan di sini. Nikmati keindahan alam di sini. Ada Air Terjun Tanggedu, Pantai Walakiri, Bukit Wairinding dan masih banyak lagi,” ujarnya.

20250505 Apel Senin Pagi 02

Untuk menghilangkan kesepian atau kesendirian karena jauh dari keluarga, dipesankan kepada para pegawai untuk bergaul dengan masyarakat setempat. Misalnya dengan menghadiri forum pengajian, berbagi ilmu dan pengalaman serta terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. (sam)

Scroll to Top