Pengadilan Agama Waingapu

Hari Pramuka ke-64 di Mata Ketua Pengadilan Agama Waingapu

Hari Pramuka ke-64 di Mata Ketua Pengadilan Agama Waingapu

20250814 Ketua Mengikuti Upacara Hari Pramuka 01

Sumba Timur ǀ www.pa-waingapu.go.id
Ketua Pengadilan Agama (PA) Waingapu, H. Fahrurrozi, SHI., MH. mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka Ke-64 di halaman kantor Bupati Sumba Timur, Kamis pagi (14/8/2025).

Seusai upacara, orang nomor satu di PA Waingapu itu menyampaikan pandangannya tentang arti Hari Pramuka ke-64. Menurutnya, nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka sangat relevan untuk diamalkan oleh siapa saja, tanpa memandang jabatan.

“Hampir setiap kita pernah ikut pramuka. Nilai-nilai yang diajarkan dalam Pramuka mestinya kita terus jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kenapa tunas kelapa dipilih sebagai lambang Gerakan Pramuka. Itu sangat tinggi maknanya,” tegas hakim yang sejak kecil aktif ikut pramuka.

Seluruh bagian pohon, sambungnya, mempunyai kegunaan atau manfaat. Mulai dari akar, batang, daun hingga buahnya. Hal itu melambangkan setiap anggota Pramuka harus menjadi pribadi yang serba guna dan bermanfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara.

“Semestinya kita hidup itu seperti pohon kelapa yang seluruh bagiannya bermanfaat. Mari kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Dan itu sejalan dengan Hadits Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia itu adalah siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain,” terangnya.

Selain itu, ditambahkan bahwa pohon kelapa bisa tumbuh di mana saja. Maknanya, setiap anggota Pramuka harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kondisi apapun.

“Alangkah indahnya jika semua anak bangsa, termasuk para abdi negara mempunyai semangat seperti pohon kelapa yang bisa hidup di mana saja. Mereka tidak akan mengeluh, bersedih dan kecewa ketika ditempatkan di daerah yang jauh dari keluarga dan kampung halaman. Justru mereka bahagia dan menikmati setiap penugasan, sekalipun di daerah terpencil. Karena justru di daerah yang masih terbelakang itu mereka bisa berkontribusi memajukannya,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua PA Waingapu menjelaskan bahwa pohon kelapa tumbuh menjulang lurus ke atas, menembus rintangan demi mencapai cahaya. Hal itu mencerminkan cita-cita tinggi dan mulia yang harus dimiliki setiap insan, dengan tekad untuk meraih prestasi terbaik bagi bangsa.

“Jangan mudah putus asa. Tantangan itu untuk dihadapi, bukan dihindari. Jadilah seperti pohon kelapa yang terus tumbuh menjulang ke atas, meskipun dihalangi oleh pepohonan yang lain. Tidak ada yang tidak mungkin. Where there is will there is a way. Di mana ada keinginan, di situ pasti ada jalan. Walaupun kondisi serba terbatas, kalau ada keinginan untuk kuliah, yakinlah pasti ada jalannya,” tandasnya.

Ketua PA waingapu lalu mengingatkan pentingnya memegang teguh Dasa Dharma Pramuka, yang berisi sepuluh pedoman tingkah laku sebagai kode kehormatan. Poin-poin Dasa Dharma sangat mulia, contohnya suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

“Mari kita sucikan pikiran kita, positive thinking, husnudh-dhon. Kita sucikan perkataan kita, hati-hati dengan ucapan kita, karena kata-kata itu bisa menyakiti orang lain, bahkan pemimpin yang salah ucap bisa memicu demonstrasi besar-besaran. Begitupun perbuatan harus suci, jangan korupsi, jangan mengambil barang yang bukan hak kita, jaga integritas,” pesannya.

20250814 Ketua Mengikuti Upacara Hari Pramuka 02

Ketua PA Waingapu berharap semangat Hari Pramuka Ke-64 menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (zi)

Scroll to Top