Pengadilan Agama Waingapu

Burhanudin Manilet: Ijinkan Aku Pergi

Burhanudin Manilet:  Ijinkan Aku Pergi

 manileta

Sumba Timur | www.pa-waingapu.go.id

“Ijinkan aku pergi. Apalagi yang engkau tangisi. Semogalah penggantiku. Dapat lebih mengerti hatimu. Memang berat kurasa meninggalkan kasih yang kucinta. Namun bagaimana lagi. Semuanya harus kujalani,” demikian lirik lagu berjudul pamit yang dinyanyikan Broery Marantika.

Lagu penyanyi asal Ambon itu menggambarkan perasaan Burhanudin Manilet, S.Ag. yang juga berasal dari Ambon saat menyampaikan pidato pamitan di Pengadilan Agama (PA) Waingapu, Selasa (21/2/2023).

Meninggalkan PA Waingapu, baginya, seperti meninggalkan kekasih yang dicintai, dan itu berat. Namun bagaimana lagi. Semua itu harus ia jalani.

Burhanudin bertugas di PA Waingapu sejak tahun 2018, mulai hakim lalu menjadi wakil ketua dan ketua. Selama kurang lebih 5 tahun di Bumi Marapu, Burhanudin tidak hanya fokus di pekerjaan. Lebih dari itu juga berdakwah di masyarakat.

maniletb

Di hadapan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Waingapu, Ketua PA Waikabubak, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumba Timur, Pengurus Dharmayukti Karini Cabang Waingapu dan segenap tamu undangan serta keluarga besar PA Waingapu, Burhanudin menceritakan perjalanan panjang yang dilaluinya selama di Sumba Timur.

Alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon itu cukup dikenal oleh masyarakat karena masih menyempatkan diri untuk mengajar anak-anak membaca Al-Quran di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), rajin menyampaikan materi pengajian dari masjid ke masjid dan giat terlibat dalam pembangunan Masjid Khulafaur Rasyidin Kanatang.

Ia mengakui dan terkesan dengan keamanan dan kenyamanan selama tinggal di Sumba. Menurutnya, kehidupan beragama di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada umumnya dan di Sumba pada khususnya, sangat toleran dan kondusif. Semua pihak berkomitmen menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Akhirnya, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pegawai yang telah membantu tugas saya. Dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan dan kekurangan selama saya bertugas di PA Waingapu atau selama kita berinteraksi di luar urusan kantor,” pungkasnya.

maniletc

Burhanudin Manilet merupakan ketua PA Waingapu yang ke-10. Ketua-ketua sebelumnya adalah Drs. Mahmud Jawahir, S.H., Drs. Rahmat Satya Wibawa, Drs. Nurdin Abubakar, S.H., Drs. Nanang Faiz, Drs. H. Achamd Hanifah, Drs. H. Asmu’i, M.H., Drs. H. Moch. Bahrul Ulum, M.H., Drs. Rahmat, M.H. dan Rasyid Muzhar, S.Ag., M.H.

Selanjutnya mantan Hakim PA Tual dan PA Masohi itu akan bertugas sebagai Hakim di PA Sukoharjo Jawa Tengah, dan posisinya akan digantikan oleh Moh. Bahrul Ulum, SHI. yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua PA Ruteng.

Sementara itu, Wakil Ketua PA Waingapu, H. Fahrurrozi, SHI., MH. mengungkapkan  kesaksiannya bahwa Burhanudin adalah sosok pemimpin dan tokoh masyarakat yang baik, yang meninggalkan banyak legacy yang akan dikenang dan diperbincangkan oleh generasi yang ditinggalkannya.

“Di dalam Kitab Tafsir Qurthubi ada kutipan syair Ibnu Duraid yang berbunyi, innamal mar’u haditsun ba’dahu, fakun haditsan hasanan liman wa’aa. Artinya, seseorang itu akan menjadi bahan perbincangan (cerita) bagi orang-orang sesudahnya. Oleh sebab itu, (lakukan yang terbaik, dengan begitu Anda) akan menjadi bahan perbincangan yang baik. Dan, itu sudah dilakukan oleh Pak Ketua Burhanudin Manilet selama bertugas di Pulau Sumba,” tegasnya.

maniletd

Dalam sambutan singkatnya, Wakil Ketua PA Waingapu menutup dengan pantun:

Kota Waingapu di Pulau Sumba

Kotanya ramai kerto raharjo

Selamat jalan Pak Ketua

Semoga sukses di PA Sukoharjo

 

 

Pergi ke Kupang naik pesawat

Tiba di bandara makan ikan

Pak Ketua ke Sukoharjo semoga selamat

Kami yang tinggal mohon didoakan

 

(flambu)

Scroll to Top