Di Masjid Al-Anwar Manubara, Ketua PA Waingapu Jelaskan Perspektif Islam tentang Menanam Pohon

Sumba Timur ǀ www.pa-waingapu.go.id
Ketua Pengadilan Agama (PA) Waingapu, H. Fahrurrozi, SHI., MH. menyampaikan kajian di Masjid Al-Anwar Manubara Waingapu, Minggu (24/11/2024) bakda shalat Isya. Kajian itu mengambil tema seputar perspektif Islam tentang menanam pohon.
“Sekarang ini kita di Sumba sedang menggiatkan menanam pohon. Kemarin kami juga menanam di halaman kantor. Mari halaman rumah-rumah kita atau kantor-kantor kita tanami! Di Sumba ini masih banyak tanah kosong. Sayang kalau dibiarkan terlantar, tidak produktif,” katanya di bagian awal kajian.
Terdorong oleh semangat menanam pohon, Ketua PA Waingapu mengupas pada kajian malam itu tentang menanam pohon. Dibacakan dan dijelaskannya beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW dalam kitab Al-Targhib wa al-Tarhib karya Syaikh Abdul ‘Adhim al-Mundziri.
“Dari Hadits Nabi, kita dapat memetik pelajaran bahwa jika kita menanam pohon atau buah-buahan, lalu ada yang mengambil (secara sah) atau ada yang mencurinya maka kita mendapat pahala sedekah. Baik buah-buahan itu dimakan oleh manusia atau hewan, orang yang menanamnya mendapat pahala sedekah,” urainya.
Hadits Nabi berikutnya, sambung Ketua PA Waingapu, mengajarkan untuk mendirikan bangunan atau menanam pepohonan. Sepanjang bangunan atau pepohonan itu masih diambil manfaatnya oleh makhluk Allah di muka bumi maka pahalanya akan terus mengalir.
Lebih lanjut diterangkannya, bahwa ada tujuh golongan yang akan terus mendapatkan pahala atas amalan yang dilakukan semasa hidupnya walaupun sekarang sudah meninggal dunia di kuburnya. Yaitu (1) orang mengajarkan ilmu; (2) orang mengalirkan aliran sungai; (3) orang menggali sumur; (4) orang menanam pohon; (5) orang membangun masjid; (6) orang membagikan mushaf Al-Quran; dan (7) orang meninggalkan anak yang mendoakan orang tuanya setelah meninggal dunia.
“Akhirnya, jelaslah bahwa perbuatan menanam pohon atau buah-buahan, seperti kurma, klengkeng, mangga, nangka dan lain sebagainya, itu bukan sekedar urusan dunia atau perbuatan biasa. Dalam agama Islam, menanam itu perbuatan mulia. Menanam itu nilainya sama dengan sedekah, sepanjang pohon yang kita tanam bermanfaat atau dapat dipetik manfaatnya maka kita akan terus mendapat pahala, bahkan saat kita meninggal dunia, pahalanya akan terus mengalir,” pungkasnya. (zi)