{"id":98,"date":"2018-12-18T07:44:48","date_gmt":"2018-12-18T07:44:48","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/pa-waingapu\/index.php\/2018\/12\/18\/kode-etik-hakim\/"},"modified":"2018-12-18T07:44:48","modified_gmt":"2018-12-18T07:44:48","slug":"kode-etik-hakim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/2018\/12\/18\/kode-etik-hakim\/","title":{"rendered":"Kode Etik Hakim"},"content":{"rendered":"<div class=\"content clearfix\">\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Kode Etik Hakim<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Kode Etik Hakim mengacu kepada Surat Keputusan bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Mahkamah Yudisial RI Nomor 047\/KMA\/SKB\/IV\/2009 atau 02\/SKB\/PK.Y\/IV\/2009Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.<b><span> <br \/><\/span><\/b><\/span><\/p>\n<p><span><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/15LqQanHP5ZITMFM8WOlBz-qjoJlvgHke\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Download SK<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Prinsip-Prinsip Dasar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim sebagai berikut :&nbsp;<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Berperilaku Adil<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin-left: 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Adil bermakna menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan yang menjadi haknya, yang didasarkan pada suatu prinsip bahwa semua orang sama kedudukannya di depan hukum. Dengan demikian, tuntutan yang paling mendasar dari keadilan adalah memberikan perlakuan dan memberi kesempatan yang sama (<i>equality<\/i> <i>and<\/i> <i>fairness<\/i>) terhadap setiap orang. Oleh karenanya, seseorang yang melaksanakan tugas atau profesi di bidang peradilan yang memikul tanggung jawab menegakkan hukum yang adil dan benar harus selalu berlaku adil dengan tidak membeda-bedakan orang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Berperilaku Jujur<br \/><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Kejujuran bermakna dapat dan berani menyatakan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Kejujuran mendorong terbentuknya pribadi yang kuat dan membangkitkan kesadaran akan hakekat yang hak dan yang batil. Dengan demikian, akan terwujud sikap pribadi yang tidak berpihak terhadap setiap orang baik dalam persidangan maupun diluar persidangan<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Berperilaku Arif dan Bijaksana<br \/><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Arif dan bijaksana bermakna mampu bertindak sesuai dengan norma-norma yang hidup dalam masyarakat baik norma-norma hukum, norma-norma keagamaan, kebiasan-kebiasan maupun kesusilaan dengan memperhatikan situasi dan kondisi pada saat itu, serta mampu memperhitungkan akibat dari tindakannya. Perilaku yang arif dan bijaksana mendorong terbentuknya pribadi yang berwawasan luas, mempunyai tenggang rasa yang tinggi, bersikap hati-hati, sabar dan santun<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Bersikap Mandiri<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Mandiri bermakna mampu bertindak sendiri tanpa bantuan pihak lain, bebas dari campur tangan siapapun dan bebas dari pengaruh apapun. Sikap mandiri mendorong terbentuknya perilaku Hakim yang tangguh, berpegang teguh pada prinsip dan keyakinan atas kebenaran sesuai tuntutan moral dan ketentuan hukum yang berlaku<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Berintegritas Tinggi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Integritas bermakna sikap dan kepribadian yang utuh, berwibawa, jujur dan tidak tergoyahkan. Integritas tinggi pada hakekatnya terwujud pada sikap setia dan tangguh berpegang pada nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dalam melaksanakan tugas. Integritas tinggi akan mendorong terbentuknya pribadi yang berani menolak godaan dan segala bentuk intervensi, dengan mengedepankan tuntutan hati nurani untuk menegakkan kebenaran dan keadilan serta selalu berusaha melakukan tugas dengan cara-cara terbaik untuk mencapai tujuan terbaik<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Bertanggung Jawab<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Bertanggungjawab bermakna kesediaan untuk melaksanakan sebaik-baiknya segala sesuatu yang menjadi wewenang dan tugasnya, serta memiliki keberanian untuk menanggung segala akibat atas pelaksanaan wewenang dan tugasnya tersebut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Menjunjung Tinggi Harga Diri<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Harga diri bermakna bahwa pada diri manusia melekat martabat dan kehormatan yang harus dipertahankan dan dijunjung tinggi oleh setiap orang. Prinsip menjunjung tinggi harga diri, khususnya Hakim, akan mendorong dan membentuk pribadi yang kuat dan tangguh, sehingga terbentuk pribadi yang senantiasa menjaga kehormatan dan martabat sebagai aparatur Peradilan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Berdisiplin Tinggi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Disiplin bermakna ketaatan pada norma-norma atau kaidah-kaidah yang diyakini sebagai panggilan luhur untuk mengemban amanah serta kepercayaan masyarakat pencari keadilan.Disiplin tinggi akanmendorong terbentuknya pribadi yang tertib di dalam melaksanakantugas,ikhlas dalam pengabdian dan berusaha untuk menjadi teladan dalam lingkungannya, serta tidak menyalahgunakan amanah yang dipercayakan kepadanya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Berperilaku Rendah Hati<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Rendah hati bermakna kesadaran akan keterbatasan kemampuan diri, jauh dari kesempurnaan dan terhindar dari setiap bentuk keangkuhan. Rendah hati akan mendorong terbentuknya sikap realistis, mau membuka diri untuk terus belajar, menghargai pendapat orang lain, menumbuh kembangkan sikap tenggang rasa, serta mewujudkan kesederhanaan, penuh rasa syukur dan ikhlas di dalam mengemban tugas.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Bersikap Profesional<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"margin: 0in 0in 0.0001pt 39.3pt; text-align: justify; line-height: normal;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><span>Profesional bermakna suatu sikap moral yang dilandasi oleh tekad untuk melaksanakan pekerjaan yang dipilihnya dengan kesungguhan, yang didukung oleh keahlian atas dasar pengetahuan, keterampilan dan wawasan luas. Sikap profesional akan mendorong terbentuknya pribadi yang senantiasa menjaga dan mempertahankan mutu pekerjaan, serta berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja, sehingga tercapai setinggi-tingginya mutu hasil pekerjaan, efektif dan efisien.<\/span> <\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kode Etik Hakim Kode Etik Hakim mengacu kepada Surat Keputusan bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Mahkamah Yudisial RI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[],"class_list":["post-98","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengawasan"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"su_admin_pawgp","author_link":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/author\/su_admin_pawgp\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/category\/layanan-hukum\/pengawasan\/\" rel=\"category tag\">Pengawasan<\/a>","rttpg_excerpt":"Kode Etik Hakim Kode Etik Hakim mengacu kepada Surat Keputusan bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Mahkamah Yudisial RI [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dev.pa-waingapu.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}