Khotbah Jumat di Masjid Al-Muhajirin Pakamburung, Ketua PA Waingapu Serukan Bersatu Kembali Pasca Pilkada

Sumba Timur ǀ www.pa-waingapu.go.id
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih Bupati/Wakil Bupati Sumba Timur dan Gubernur/Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur sudah selesai. Ketua Pengadilan Agama (PA) Waingapu, H. Fahrurrozi, SHI., MH. menyerukan kepada warga masyarakat untuk bersatu kembali. Hal itu disampaikan saat menjadi khotib di Masjid Al-Muhajirin Pakamburung Waingapu, Jumat (29/11/2024).
“Pilkada sudah selesai. Kalau dalam beberapa bulan terakhir ini sempat terjadi gesekan karena perbedaan pilihan politik, sekarang saatnya kita bersatu kembali dan saling berangkulan. Mari kita dukung pemimpin baru kita untuk dapat memajukan daerah kita. Karena tidak mungkin pemimpin menyelesaikan seluruh persoalan di daerah ini seorang diri tanpa dukungan, sokongan dari seluruh rakyat.” ujarnya.
Apalagi, sambungnya, Kabupaten Sumba Timur memiliki wilayah yang sangat luas, yaitu 7.000,50 kilometer persegi. Lebih luas dari Negara Palestina, Negara Bahrain, Negara Singapura dan Negara Brunei. Begitupun wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat luas dan berpulau-pulau. Tidak mungkin seorang gubernur bisa bekerja sendiri membangun daerah tanpa kerja sama dan bantuan semua rakyat.
Ketua PA Waingapu mengingatkan kepada para jamaah shalat Jumat agar membantu pemimpin untuk selalu berjalan di jalan yang benar, adil dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemimpin itu diibaratkan seperti orang yang memegang payung. Jangan miring ke utara atau ke Selatan. Dia harus memegang payung dengan tegak lurus, biar orang sebelah kanan tidak kepanasan, atau orang sebelah kiri tidak kehujanan. Dia harus mengayomi dan memayungi seluruh rakyat secara adil.
“Walaupun pemimpin bisa menang karena dukungan para pendukungnya. Tetapi ketahuilah bahwa setelah menjadi pemimpin maka dia adalah pemimpin seluruh rakyat, baik rakyat itu memilihnya atau tidak memilihnya. Tidak ada istilah bahwa dia menjadi bupati bagi rakat yang memilihnya saja, dia menjadi gubernur bagi rakyat yang mendukungnya saja. Karena itu, kebijakan-kebijakan yang dibuatnya jangan hanya untuk menyenangkan rakyat yang memilihnya saja. Itu tidak benar,” tegasnya.
Orang nomor satu di PA yang wilayah hukumnya mencakup seluruh Kabupaten Sumba Timur itu mengutip Al-Quran Surat An-Nisa Ayat 58 yang mengandung pesan untuk menyampaikan amanat kepada orang yang berhak dan memimpin dengan adil.
“Kita harus kawal pemerintahan yang baru ini. Kita harus awasi dan ingatkan pemimpin kita ini, bahwa dia adalah pemimpin seluruh rakyat. Dia harus memimpin dengan adil. Jangan hanya membagikan bansos kepada rakyat yang memilihnya saja, sedangkan rakyat yang tidak memilihnya dibiarkan hidup sengsara. Jangan mengaspal jalan di wilayah rakyat yang memilihnya saja. Sementara jalan di wilayah rakyat yang tidak memilihnya, dibiarkan rusak parah. Pemimpin tidak boleh menyimpan sifat pendendam. Pemimpin tidak boleh menelantarkan rakyat yang tidak memberikan suara kepadanya,” tandasnya.
Selain mengawal pemimpin, Ketua PA Waingapu berpesan supaya para jamaah mendoakan pemimpin supaya dijaga dan dilindungi oleh Allah, diberikan kesehatan dan panjang umur, dijauhkan dari mara bahaya dan selalu dibimbing agar berada di jalan yang benar.
Mendoakan pemimpin, menurutnya, termasuk ibadah yang paling mulia. Jika mendoakan kebaikan untuk orang lain itu dianjurkan, maka mendoakan kebaikan untuk pemimpin lebih layak dilakukan. Karena jika pemimpin itu baik maka kebaikannya akan dirasakan seluruh rakyatnya.
“Akhirnya, mari kita dukung dan doakan pemimpin baru di Kabupaten Sumba Timur dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mudah-mudahan dengan terpilihnya pemimpin baru, daerah kita menjadi daerah yang maju, makmur dan sejahtera, Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur dan juga menjadi Daerah NTT, yaitu Nasib Terang Terus,” pungkasnya. (yad)