Keluarga Besar Pengadilan Agama Waingapu Gelar Piknik Lebaran ke Pantai Puru Kambera

Keluarga Besar Pengadilan Agama Waingapu Gelar Piknik Lebaran ke Pantai Puru Kambera

20250408 Piknik 01

Sumba Timur ǀ www.pa-waingapu.go.id

Keluarga Besar Pengadilan Agama (PA) Waingapu menggelar piknik lebaran ke Pantai Puru Kambera, Sabtu (5/4/2025). Objek wisata itu terletak di Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur atau sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Waingapu.

Selama menempuh perjalanan dari Kota Waingapu tampak pemandangan savana dengan kumpulan kuda, sapi, kerbau, kambing dan hewan lainnya yang sedang merumput.

Sekitar pukul 09.00 WITA, rombongan tiga mobil tiba di Pantai Puru Kambera dan disambut dengan hamparan pasir putih, birunya air laut dan sejuknya angin laut.

Rombongan datang dengan membawa bahan-bahan makanan dan minuman yang siap diracik. Mereka langsung mengambil peran masing-masing. Ada yang memotong-motong buah-buahan untuk membuat es buah dan rujak. Ada yang memotong-motong daging dan menusuknya ke tusukan sate. Ada yang memotong ikan dan membersihkannya. Ada yang mengupas jagung. Dan ada yang mencari bebatuan untuk disusun menjadi tempat menyalakan api arang.

Selanjutnya, bapak-bapak membakar ikan dan jagung, sedangkan ibu-ibu membakar sate. Sambil membakar, mereka bercanda atau bersenda gurau.

Setelah semua makanan dan minuman siap dinikmati, semua duduk di atas tikar untuk persiapan makan siang.

Pada kesempatan itu, Ketua PA Waingapu, H. Fahrurrozi, SHI., MH. menyampaikan terima kasih atas keikutsertaan para pegawai dalam kegiatan tadabbur alam atau piknik.

“Semangat lebaran adalah silaturrahmi dan maaf-maafan. Piknik ke pantai ini dimaksudkan untuk itu, agar kita para pegawai semakin kuat jalinan silaturrahmi, keakraban dan kebersamaannya,” ujarnya di bawah pohon cemara yang hijau dan rindang yang membentang di sepanjang bibir pantai.

Seusai pengantar singkat dari Ketua PA Waingapu, dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumba Timur, Tuan Guru Achmad Abdurahman, S.Ag.

Setelah itu, semua rombongan menikmati hidangan makan siang dengan lahapnya. Sungguh nikmat bisa duduk bersama menyantap makanan yang diolah sendiri, sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi dan pemandangan pantai. Betul kata penggalan lagu berjudul Ikan Nae di Pante karya Alfred Gare yang berbunyi, ”Kurang Nikmat Apa Kita Hidup di NTT”.

Piknik siang itu semakin lengkap dengan berenang bersama. Yang tidak bisa berenang, cukup bermain air atau sekedar basah-basahan.

20250408 Piknik 02

Sekitar pukul 14.00 WITA rombongan meninggalkan area Puru Kambera, setelah sebelumnya melaksanakan shalat dzuhur. (yad)

Scroll to Top